Travelgraf

Travel Guide Info

Pemerintah Berharap, Juli 2021 Bali Sudah Bisa Terima Wisman

bali

Bali

Travelgraf – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan, menyatakan Juli 2021 pemerintah berharap di Bali sudah terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok) dan menjadi green zone sehingga bisa menerima kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dan domestik.

Hal ini disampaikan Menko Marves Luhut saat membuka Forum Investasi Bali di Nusa Dua, Bali, pada Jumat (26/3/2021).

Forum ini digelar untuk memperbaiki keterpurukan sektor pariwisata khususnya di Bali, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama dengan Bank Indonesia serta beberapa kementerian/lembaga terkait bekerja sama mengelar Forum Investasi ini.

Tujuannya untuk menunjukkan kesiapan Bali dalam menghadapi kondisi new normal serta mengundang investor untuk berinvestasi di Bali.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanusudibjo, Wamen II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo, 6 Duta Besar dan Wakil Duta Besar negara-negara pemasok turis internasional terbanyak ke Indonesia serta para pelaku Unit Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM).

Lebih lanjut Menko Marves, Luhut B. Pandjaitan, menuturkan selama empat belas bulan dunia dilanda dilema dalam menghadapi permasalahan kesehatan dan penurunan pertumbuhan ekonomi karena pandemi COVID-19.

“Indonesia pun tidak luput dari masalah ini salah satunya karena jumlah wisatawan asing merosot tajam,” ujar Menko Luhut saat membuka Forum Investasi Bali di Nusa Dua, Bali, pada Jumat (26/3/2021).

Menko Luhut mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih melarang wisatawan mancanegara untuk masuk ke Indonesia.

“Tapi peraturan itu lagi kita evaluasi karena sekarang ini kita upayakan sampai bulan depan kita sudah bisa melakukan vaksinasi kepada 1,8 juta orang atau mendekati 2 juta dan April-Mei 2021 kita bisa tambah 1 juta orang sehingga Juli harapan kami sudah terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok) dan Bali jadi green zone,” katanya.

Dengan terbentuknya herd immunity, Menko Luhut berharap Bali dapat segera membuka akses untuk wisatawan asing meskipun kunjungan wisatawan domestik juga didorong penambahannya.

Belajar dari dampak pandemi ini, pemerintah, lanjut Menko Luhut membuat kebijakan untuk melakukan diversifikasi ekonomi agar ekonomi Bali lebih tahan terhadap goncangan.

“Kita siapkan kebijakan jangka pendek dan jangan menengah untuk mengembangkan ekonomi Bali dari sektor industri kreatif, pendidikan tinggi, energi terbarukan, pertanian dan wisata kesehatan,” imbuhnya.

Dan untuk mencapai tujuan tersebut, Menko Luhut mengatakan bahwa pemerintah membuka peluang investasi dari negara-negara sahabat. Di sisi lain, dia juga mengatakan bahwa pemerintah juga akan mulai mengkaji pemberlakuan visa 5 tahun bagi warga asing.

“Setelah kita melakukan kajian, kita akan memberlakukan kebijakan ini dalam waktu dekat supaya dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata misalnya dengan adanya work from Bali,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dodi Budi Waluyo, mengatakan bahwa Bank Indonesia melihat prospek ekonomi sektor pariwisata akan membaik pada 2021.

“Hal ini kami lihat karena vaksinasi yang telah dan sedang kita lakukan karena negara dengan vaksisnasi akan lebih cepat pulih ekonominya,” katanya.

Deputi Dodi memperkirakan bahwa dengan strategi vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dalam kuartal pertama tahun 2022 akan terbentuk imunitas kelompok.

“BI berkomitmen untuk membantu mempromosikan investasi, perdagangan dan sektor pariwisata,” sambungnya.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tuan rumah acara meminta dukungan pemerintah pusat agar program vaksinasi terus dilanjutkan.

“Kami berharap pada Bulan Juli 2021 ada 2,5 juta dari 4,5 juta penduduk Bali selesai divaksin agar pada bulan tersebut kami sudah dapat menerima kunjungan wisman,” pintanya.

Dia mengungkapkan bahwa pemerintahnya telah menyiapkan tiga zona hijau yakni Ubud, Nusa Dua dan Sanur yang ditargetkan selesai divaksinasi pada April 2021 dapat menerima wisman pada Juli 2021,” jelasnya.

Pada kesempatan terpisah, Dubes Kanada untuk Indonesia Cameron Mackay, Dubes Swiss Kurt Kunz, Wakil Dubes Belanda Ardi Stoios Braken dan Wakil Dubes Rusia sepakat mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan Bali untuk kembali menghidupkan sektor pariwisatanya.

“Hanya kami menyarankan agar masyarakat Bali dapat mempertahankan keindahan, kebersihan dan kealamian wilayahnya karena warga negara kami (Kanada) harus melintasi separuh bumi untuk dapat melihat Indonesia sehingga harapan kami adalah mendapatkan keamanan dan kenyamanan serta tidak melihat tumpukan sampah berserakan,” ujar Dubes Kanada

Sementara untuk investasi, Dubes Cameron mengungkapkan bahwa secara umum mereka tertarik untuk berinvestasi di semua sektor yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia.

“Namun secara khusus kami tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur,” sebutnya.

Lebih jauh, agenda kegiatan Forum Investasi Bali terdiri atas sesi diskusi panel dan kunjungan lapangan.

Sesi diskusi panel terdiri atas beberapa topik antara lain Climate Change Mitigation Through Preserving Coral Reefs: Payment for Environmental Services, Reinventing Bali Post Covid-19, Enlarging the Market through Digital and Creative Economy, dan Way Forward Post Covid 19 through Seizing Investment Opportunities in Indonesia.